Mungkin tulisan ini cocok untuk instropeksi diri kita. Waktu Hari Raya Nyepi kemarin (16/3) yang disakralkan oleh umat hindu, ada sebuah kasus yang sempat membuat aku kaget. Seseorang yang namanya Ibnu Rachal Farhansyah, membuat suatu status pada Facebook yang membuat umat Hindu merasa terhina. Mungkin untuk memperjelas, bisa dicari di Facebook.Aku takut nanti dibilang provokator kalau upload itu. Tulisannya yang membuat umat Hindu berang dan marah, sudah dihapus. namun bisa dicari group-group Facebook yang membenci Ibnu.
Dari masalah ini mungkin ada cerita yang bisa dijadikan bahan instropeksi terutama untuk Ibnu Rachal Farhansyah. mungkin sudah pada tahu, tapi nga apalah diulang lagi.
Suatu hari yang berbahagia, datanglah seorang anak kepada ayahnya. Anak itu bercerita kepada ayahnya tentang kejadian yang menimpanya di sekolah. Anak itu bercerita bahwa dia pernah berbuat salah, menyakiti temannya di sekolah. Dia merasa sangat bersalah sekali kepada temannya itu. Dan anak itu menangis kepada ayahnya karena teman yang disakitinya itu menjauhi dia dan tidak memaafkan dia. Anak itu bertanya-tanya kenapa tega-teganya dia berbuat seperti itu. Lalu ayahnya yang bijak menjawab dengan sebuah jawaban yang bijak. Anak itu disuruhnya mengambil paku dan palu di gudang. Diajaknya anak itu ke taman yang di tamannya tersebut terdapat pohon besar. Ayahnya lalu menyuruh anak itu menancapkan paku-paku tersebut pada pohon besar tadi. Si anak

