Tuesday, February 2, 2010

My Opinion About MLM.....


Welcome to my “new” blog…..
Kenapa ‘new’nya pake tanda kutip? Karena sebenarnya aku sudah punya blog lain.
Nah, pada tulisan pertamaku kali ini, aku mau nulis tentang MLM. Mungkin banyak orang yg sudah tahu MLM (Multi Level Marketing). Dulu ada MLM yg lumayan gede tapi sudah hilang gaungnya, dan banyak yg baru juga dan masih eksis sampai skarang. Tulisan ini bukan untuk menjelek-jelekan MLM tapi hanya sekedar menyampaikan isi pikiranku tentang MLM.
Nah, di Jogja sendiri MLM sedang booming, ntah dengan tempat lain. Karena aku seorang mahasiswa di sebuah Universitas Swasta di Jogja yang mengambil Jurusan Farmasi (apa hubungannya MLM ama jurusanku ya?), tentu aku juga terkena imbas dari beberapa temanku. Di Jogja ada satu brand MLM yg sedang booming, dan berhubung Jogja adalah kota Gudeg kota Pelajar, maka yang ikut pun kebanyakan mahasiswa. Aku nga mau nyebutin nama MLMnya. Produk MLM macam-macam  mulai dari kebutuhan sehari-hari, barang-barang plastik, hingga suplemen (mineral, madu, kalsium – you name it!) dengan segala klaim tentang khasiatnya.


Cuma beberapa hal yg aku soroti yakni, dalam hal undangan mereka. Undangan mereka sebenarnya halus, namun kadang disayangkan ada unsur tipuannya. Seperti aku, katanya diajak keluar buat jalan-jalan, ternyata dibawa ke kantor MLM itu. Karena berhubung aku tidak bawa motor, jadi dengan terpaksa aku mengikuti presentasi “sebuah peluang bisnis” sampai selesai dan mendengar bujuk rayu mereka untuk bergabung dengan iming-iming akan menjadi orang sukses hanya dalam waktu sekitar 2 tahun. Tidak jarang dalam folow-up si pemrospek melontarkan kata-kata tajam yang mengusik rasa harga diri (“Apa kamu kepingin terus-terusan begini sepanjang hidup kamu?”). Kadang mereka mencemooh jalan hidup orang lain yg mencari nafkah dgn cara konvensional (menjadi pegawai, dsb). Di setiap presentasi MLM, selalu dikutip ungkapan Robert Kiyosaki dalam Cashflow Quadran — buku yg boleh dibilang sudah menjadi semacam “kitab suci” bagi pebisnis MLM. Dikatakan bahwa mereka yang berada di kuadran pekerja (employee) akan selalu mengalami nasib yg mengenaskan dan bahwa satu-satunya “jalan keselamatan” adalah memiliki bisnis sendiri (menjadi business owner). Dan cara termurah untuk menjadi business owner, ya, apa lagi kalau bukan ikutan MLM. Cara mereka juga ada yg mengajak temannya  dengan cara pura-pura mengajak makan, padahal sebenarnya nga. Dan banyak cara lain, mungkin ada yg dipaksa dan lainnya. Bahkan temanku yg lama tak ada kabarnya tiba-tiba ngajakin keluar dan ujung-ujungnya diajak ke sana. Dan setelah ku tahu, ternyata mereka berdua memang “bersekongkol” untuk mengajak aku. Dan cara-cara itu yg membuat orang risih terhadap para “MLMers”. Sebenarnya “MLMers”mengakui juga cara-cara tersebut sesuatu yang tidak benar namun mereka tetap lakukan demi membangun “aset” mereka. Bahkan, temanku pernah mengajak uplinenya ke kostku dan nyelonong tanpa diundang. Mau tidak, mau aku terpaksa mendengar kembali presentasi “peluang bisnis” itu.  Nah, inilah banyak orang yg tidak bergabung dalam MLM terkadang menjauhi bahkan memusuhi orang yang bergabung dalam MLM itu. Bahkan jika mereka ingin bertamu ke rumah orang non-MLM, pasti orang yang non-MLM sebisa mungkin menghindarinya. Karena mereka mewaspadai “dikuliahi”.  Dengan kata lain, MLM dapat merusak tali persaudaran atau pun pertemanan. Belum lagi cemooh orang pasti akan banyak. Apakah anda mau seperti itu? Aku sudah mengalaminya dengan temanku itu. Sekarang aku dengan temanku yang sering mengajak aku untuk MLM itu tak pernah lagi ngobrol seperti dulu. Kadang ketemu pun dia jarang mau menyapa.
Lalu tentang dana yang tidak masuk akal. Bayangkan hanya perlu keluar uang antara 1-3 juta dan sekali seumur hidup, anda akan mendapat hingga milyaran rupiah! Apakah masuk akal? Dari mana uang itu datang? Katanya dari anak perusahaan yang dikelola MLM itu, namun apakah ada pengusaha bodoh yang mau membayar mereka sampai miliyaran padahal orang yang mereka cari tak seberapa???? Sangat tidak masuk akal dan terlalu muluk-muluk. Banyangkan dengan 3 juta bisa dapat Mercy hanya dengan mencari orang untuk direkrut dan bayar 1-3 juta. Katanya mereka juga ada produk yang dibeli namun, masa hanya 1 kali seumur hidup??? Kalau pun mereka bisa mendapat 100 orang downline, dan semua membayar 3 Juta, berapa sich hasilnya?
Rp 3.000.000 x 100 = Rp 300.000.000 (HANYA 300 Juta!!!)
Trus dari mana mercy itu??? Turun dari langit???
Mungkin ini bagi aku sesuatu yang tidak masuk akal, namun ntah bagaimana kamu menilainya…it’s up to you…
                Aku kadang berpikir mereka seperti di”brainwashing”  atau dicuci otak. Mereka tidak malu dalam seminar berteriak-teriak pada upline mereka dalam presentasi mereka. Padahal klo orang umum akan melihat itu sebenarnya sesuatu yang berlebihan. Mereka diberi motivasi-motivasi dalam menjalankanbisnis MLM namun, sepertinya motivasi tersebut lebih mengarah pada brainwashing tadi. Bahkan bisnis mereka itu sudah bagaikan “agama” bagi mereka yg mereka agung-agungkan.  Ada sebuah isu yg pernah aku dengar, ntah benar atau salah. Katanya dalam seminar, ada dukun yg membuat orang-orang mau bergabung dengan bisnis itu dan tidak bisa mengelak. namun ntah itu benar atau tidak aku juga tidak tahu.
                Memang MLM juga ada baiknya, mereka mendapat pelatihan kepribadian yang satu paket dengan keanggotaan MLM itu yang bila diluaran biaya pelatihan kepribadian itu mahal. Sehingga dengan itu, mereka tegar dan tahu bagaimana bersikap saat menghadapi kondisi-kondisi saat mereka dicemooh orang. Dan mereka diajarkan untuk bekerja sama. Dan mereka juga dibangkitkan motivasinya.
                Dalam sebuah website aku membaca, sebenarnya MLM itu baik, namun terkadang cara mereka mempromosikan diri itu yg salah. Salah satunya adalah mengiming-imingi cepat kay dalam waktu singkat. Dalam bisnis apapun, tak ada kata kaya dalam sekejap. Jadi inilah yang paling menyesatkan dan membutakan mata orang…
                Nah, terserah kamu sekarang. Klo kamu anggap MLM bagus dan menarik, atau sependapat dengan aku, itu terserah kamu. Aku juga tahu semua orang kepingin uang, aku pun juga. Namun, pikirkanlah dengan akal sehat, jangan hanya memikirkan uangnya.
                Sekali lagi tulisan ini bukan untuk menjelek-jelekkan, namun hanya menyampaikan pikiranku saja dan mohon maaf jika ada pihak yg tersinggung. Klo nga suka, jangan dibaca!!!
                Kalau ada yang ingin mengetahui lebih dalam tentang MLM bisa membaca buku “All About MLM”, karangan Benny Santoso (Penerbit Andi, 2002). Buku ini membahas secara komprehensif tentang berbagai aspek dalam bisnis MLM (Multi Level Marketing), baik dari sisi positif maupun negatifnya.
                Sekian dulu. Thanks udah baca… Dan jangan lupa tinggalkan comment kamu…..

1 komentar: